02 Desember 2018

Desa CERDIK Bebas PTM : Akselerasi Inovasi Program PTM Dinkes Kabupaten Majene dan Puskesmas Banggae II

Desa CERDIK Bebas PTM : Akselerasi Inovasi Program PTM Dinkes Kabupaten Majene dan Puskesmas Banggae II

Saat Selesai melakukan Role Play advice Hipertensi

Oleh : Budianto Dinkes Kabupaten Majene

Kamis Tanggal 29 s.d 30 November, Program PTM Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Majene berintegrasi dengan Program Promkes, PIS PK, PTM dan Gizi Puskesmas Banggae II serta Aparat Desa Buttu Baruga menyelenggarakan sebuah kegiatan inovasi percepatan meningkatkan derajat kesehatan berbasis masyarakat di Desa Buttu Baruga "DESA KU CERDIK BEBAS PTM".

Diawali dengan adanya data PIS PK manual yang telah selesai terekap yang hasilnya  terdapat peningkatan kasus penyakit tidak menular (PTM) di wilayah kerja Puskesmas Banggae II.

Hasil assesment berbasis pendekatan keluarga yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif didapatkan bahwa penderita PTM masih banyak tidak mengenali gejala dan bahaya PTM. Sehingga setelah melalui beberapa kali diskusi pada Pojok Perkesmas yang ada di Puskesmas Banggae II dihasilkan ide inovatif untuk membentuk tim percepatan Program PTM yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Tim percepatan  memilih kader kesehatan (Posbindu PTM) dan tim penggerak PKK sebagai sasaran dalam meningkatkan aspek kognitif terkait PTM masyarakat di Desa Buttu Baruga melalui pelatihan.

Kegiatan pelatihan kader Posbindu dan Tim Penggerak PKK dilakukan selama 2 (dua) hari. Kegiatan dibuka oleh Bapak Kepala Desa Buttu Baruga Arifin.,S.Kep yang juga merupakan pemerhati dan penggiat kesehatan. Beliau berpesan bahwa Penyakit Tidak Menular sangat berbahaya karena kadang tidak menimbulkan gejala, sehingga di harapkan dengan adanya kegiatan ini TP.PKK dan Kader Kesehatan Desa Buttu Baruga dapat memahami dan menularkan pengetahuan terkait PTM dan Tatakelolanya kepada semua warga masyarakat nantinya. 

Konsep kegiatan terdiri dari aspek  afektif dan psikomotor, aspek afektif meliputi materi Keluarga Sehat dengan Waspada Penyakit Hipertensi dengan Rutin Ke Posbindu PTM.

Materi Selanjutnya adalah Kelompok Perubahan Perilaku (Promkes) dan tatalaksananya. Hari Kedua dilanjutkan dengan materi Bahaya Rokok dan Diet Hipertensi. 

Dari Peserta  pelatihan banyak pertanyaan terkait Rokok dan solusi bagi perokok yang belum dan ingin berhenti merokok. Kedepannya akan dibuat Pojok Merokok di tiap lingkungan dan lego-lego (bahasa mandar) yang artinya adalah tempat duduk yang terbuat dari bambu yang dirajut untuk jadi tempat merokok tiap rumah warga  dan segera akan disosialisasikan. Diharapkan dengan adanya ruang merokok di daerah terbuka maka paparan asap rokok pada perokok pasif berkurang mengingat bahaya rokok terhadap perokok pasif lebih 2x besar dari perokok aktif.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kegembiraan karena saat bermain peran peserta terkait mencontohkan warga perokok dan memiliki penyakit tidak menular (Hipertensi dll) yang terdeteksi. Pemeran perokok diberi nasehat kesehatan dan disarankan untuk berobat dan melaksanakan tatalaksana Diet Hipertensi yang kadang ada peserta yang lupa dan belum percaya diri dalam memberikan nasehat, situasi ini kadang  membuat suasana menjadi riuh.

Alhamdulillah kegiatan selesai dan lancar sesuai dengan apa yang telah di rencanakan. Terima Kasih yang tak terhingga untuk tim Inovasi PTM, PROMKES, PIS-PK dan GIZI Puskesmas Banggae II dan Aparat Desa Buttu baruga atas Kerjasamanya.

Salam CERDIK.


Artikel Sebelumnya
Monev ( Monitoring Evaluasi ) Binwil P2p Di Sulawesi Barat-kabupaten Majene