31 Januari 2018

Masyarakat Perlu Lakukan Deteksi Dini Kanker

 Masyarakat Perlu Lakukan Deteksi Dini Kanker
Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Jakarta, 31 Januari 2018

Prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1.4 per 1000 penduduk atau sekitar 347.000 orang. Yogyakarta menjadi Provinsi yang memiliki kasus Kanker tertinggi di Indonesia dengan presentase 4,1 per 1000 penduduk. Kanker menjadi beban ekonomi nomor 2 terbesar di Indonesia setelah penyakit jantung. Menurut data BPJS bulan September 2017 setiap tahunnya Pemerintah mengeluarkan biaya sebesar 2,1 triliun rupiah.

Kementerian Kesehatan melakukan program pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia dengan deteksi dini untuk kanker payudara dan kanker leher rahim, kanker pada anak, dan deteksi dini faktor risiko kanker paru. Kini mulai dikembangkan registerasi kanker berbasis populasi, serta akan mengembangkan deteksi dini kanker kolorektal.

Registrasi kanker berbasis populasi yaitu pendataan yang dilakukan secara tergintegrasi pada Rumah Sakit dan Puskesmas. Sampai saat ini sudah ada 20 Rumah Sakit yang akan menjadi Rumah Sakit rujukan Nasional untuk Kanker.

Di tahun 2018, Kementerian Kesehatan akan lebih dekat kepada masyarakat dengan mengedukasi pentingnya deteksi kanker sedari dini. Semakin dini ditemukannya sel kanker semakin cepat pengobatannya sehingga angka harapan hidup semakin tinggi. Setelah adanya edukasi diharapkan adanya perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat dan rutin melakukan deteksi dini apabila ada gejala di dalam tubuh.

Untuk saat ini, kanker menjadi program prioritas Pemerintah. Sebagaimana diketahui jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada laki-laki adalah kanker paru-paru dan kanker usus, sedangkan pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim.

“Untuk jenis kanker lainnya Kementerian Kesehatan juga tetap melakukan upaya – upaya promotif dan preventif dalam pencegahan dan pengendalian. Kami juga berdiskusi bersama profesi,” terang dr. Subuh, Dirjen Pencegahan dan Pengendalaian Penyakit Kemneterian Kesehatan RI, pada acara temu media memperingati Hati Kanker Sedunia, di Jakarta (31/1).

Menurut dr. Subuh, cakupan deteksi dini IVA dan SADANIS di Indonesia sampai dengan tahun 2017 meningkat jika dibandingkan tahun 2016 dimana cakupan pemeriksaan sebesar 1.925.943 orang atau 5.2% menjadi 3.038.296 atau sekitar 8.1 %. Diharapkan dengan peringatan Hari Kanker Sedunia 2018 dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap kanker serta memperkuat sistem pelayanan kanker di Indonesia.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567,SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Oscar Primadi, MPH


Artikel Sebelumnya
Kemenkes, Tni Dan Perdami Kerjasama Adakan Operasi Katarak
Artikel Selanjutnya
Wartawan Perlu Rutin Cek Kesehatan