03 Juli 2019

Konsultasi Antar Negara ASEAN untuk Reformulasi dan Produksi Makanan dan Minuman Sehat

Konsultasi Antar Negara ASEAN untuk Reformulasi dan Produksi Makanan dan Minuman Sehat

Para Ketua Delegasi dari Kementerian Kesehatan Negara -Negara Anggota ASEAN berfoto bersama Direktur P2PTM pada Pertemuan Konsultasi Antar Negara ASEAN untuk Reformulasi dan Produksi Makanan dan Minuman Sehat di Semarang 1-2 Juli 2019

Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Kerjasama ASEAN bidang kesehatan sebagaimana tercantum dalam dokumen ASCC Blueprint 2025, mensahkan The Strategic Framework for the ASEAN Post-2015 Health Development Agenda (2016-2020) sebagai rencana strategis pembangunan kesehatan di kawasan ASEAN, yang bertujuan memperkuat efektivitas kerjasama ASEAN dalam menanggapi isu-isu kesehatan prioritas. Pertemuan SOMHD ke-12 di Brunei Darussalam menyetujui rencana kerja ASEAN Health Cluster 1 dimana Health Cluster Country Coordinator diharapkan menyelenggarakan pertemuan Health Cluster untuk melaksanakan Rencana Kerja yang telah disusun.

Berkaitan dengan hal tersebut Indonesia sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan menyelenggarakan Pertemuan Konsultasi Antar Negara ASEAN untuk Reformulasi dan Produksi Makanan dan Minuman Sehat yang dilaksanakan pada tanggal 1- 2 Juli 2019 yang bertempat di Aston Hotel Semarang. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Negara-Negara di ASEAN yaitu Indonesia sebagai tuan rumah, Malaysia, Singapura, Thailand, Cambodia, Lao PDR, Brunei Darussalam, Vietnam dan Philipines serta beberapa perwakilan ASEC, WHO Indonesia dan utusan dari Kementerian dan Lembaga terkait.

Output dari dilaksanakannya pertemuan ini adalah dimana hasil analisis situasi nantinya menjadi dasar untuk perumusan Draft Regional Call for Action tentang reformulasi dan produksi makanan serta minuman siap saji yang sehat yang nantinya menjadi masukan bagi negara-negara anggota ASEAN termasuk Indonesia dalam membuat kebijakan/membangun sistem pengawasan terhadap produksi makanan dan minuman siap saji yang sehat untuk di konsumsi masyarakat sebagai salah satu upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM), dengan melibatkan lintas sektor seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementerian Keuangan terkait dengan pajak dan cukai, Kementerian Perindustrian serta Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk berperan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Pertemuan ini adalah bagian dari ASEAN Post (2015) Health Development Agenda (2016-2020) yang merupakan rencana strategis pembangunan kesehatan di kawasan ASEAN. Subjek agenda pertama adalah kontrol pencegahan penyakit tidak menular pada sub subjek pertama dan ketiga yaitu mengadakan pertemuan interpillar untuk merumuskan makanan dan minuman siap saji yang sehat. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan di paparkan dalam pertemuan ASEAN ke-14 di Cambodia pada bulan Agustus 2019.

Demikian disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes dalam sambutannya saat membuka acara pertemuan, pada Senin pagi(1/7).

Lanjut dr. Cut mengatakan dikesempatannya bahwa saat ini pengobatan dan teknologi yang modern di semua sektor memegang peranan yang penting dalam kehidupan beberapa orang. Usia Harapan Hidup Manusia juga meningkat di dekade akhir ini. Gaya hidup yang buruk atau tidak sehat, diet yang tidak sehat, kebiasaan merokok membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit.

Ini merupakan tantangan besar dan tugas yang sulit untuk merumuskan peraturan tentang makanan sehat dan minuman pilihan. Untuk itu, dr. Cut mengajak seluruh multisektor terkait agar dapat saling mendukung untuk mencapai tujuan khususnya merealisasikan kebijakan.

“Saya yakin, kami anggota ASEAN mempunyai permasalahan yang sama. Namun kami berkumpul saat ini dan berproses untuk merumuskan pedoman aturan,”ujar dr. Cut

Di akhir sambutannya dr. Cut mengajak kepada seluruh peserta, marilah kita menjadi platfrom untuk mensinergikan usaha yang selanjutnya berkolaborasi dan secara komperhensif mendapatkan hasil yang baik dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM).

Pertemuan Konsultasi Antar Negara ASEAN untuk Reformulasi dan Produksi Makanan dan Minuman Sehat diawali dengan pembukaan dan perkenalan para delegasi dari Negara-Negara ASEAN. Pertemuan dimulai dengan pemaparan oleh ASEC, WHO Indonesia dan dilanjutkan oleh Elviyanti Martini sebagai Konsultan Gizi dan Keamanan Pangan, kemudian dilanjutkan dengan paparan dari setiap Negara-Negara ASEAN terkait kisah, sukses dan tantangan dalam menangani issue reformulasi dan produksi makanan dan minuman siap saji yang sehat.

Sumber: p2p.kemkes.go.id


Artikel Sebelumnya
Kominfo Gerak Cepat Tanggapi Surat Menkes Terkait Pemblokiran Iklan Rokok Di Internet (siaran Pers No. 112/hm/kominfo/06/2019)
Artikel Selanjutnya
Htts 2019: Jangan Biarkan Rokok Merenggut Napas Kita