07 Mei 2018

Hari Thalassemia Sedunia 2018: “Bersama untuk masa depan yang lebih baik”.

Hari Thalassemia Sedunia 2018: “Bersama untuk masa depan yang lebih baik”.

Sekretraris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA dan Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A(K) - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada acara Press Briefing Hari Thalassemia Sedunia 2018 di Gedung Kemenkes Kuningan Jakarta (7/5)

Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Hari ini, dalam rangka memperingati Hari Thalassemia Sedunia 2018, Sekretraris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA menggelar press briefing di Ruang 109 Kementerian Kesehatan. Press briefing juga dihadiri oleh Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A(K) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, perwakilan dari penyandang thalassemia dan perwakilan dari organisasi yang bergerak dalam kepedulian terhadap thalassemia. 

Hari Thalasssemia Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Mei. Tema peringatan Hari Thalassemia Sedunia tahun 2018 adalah “Bersama untuk masa depan yang lebih baik”. Tema ini menegaskan bahwa jika semua pihak mau berkontribusi untuk pencegahan dan pengendalian Thalassemia maka akan memberikan masa depan yang lebih baik bagi penyandang thalassemia”.

Aceh  Prevalensi Tertinggi Thallasemia

Menurut Riskesdas 2007, 8 provinsi dengan prevalensi lebih tinggi dari prevalensi nasional, antara lain Provinsi Aceh (13,4‰), DKI Jakara (12,3‰), Sumatera Selatan (5,4‰), Gorontalo (3,1‰), Kepulauan Riau (3,0‰), Nusa Tenggara Barat (2,6‰), Maluku (1,9‰), dan Papua Barat (2,2‰). Berdasarkan data YTI dan POPTI tahun 2014, dari hasil skrining pada masyarakat umum dari tahun 2008 – 2017, didapatkan pembawa sifat sebanyak 699 orang (5,8%) dari 12.038 orang yang diperiksa; sedangkan hasil skrining pada keluarga Thalassemia (ring 1) tahun 2009-2017 didapatkan sebanyak 1.184 orang (28,61%) dari 4.137 orang. Sedangkan berdasarkan data RSCM, sampai dengan bulan Oktober 2016 terdapat 9.131 pasien thalassemia yang terdaftar di seluruh Indonesia. 

Posisi ke Lima Pembiayaan Kesehatan Terbesar di Indonesia

Pembiayaan kesehatan untuk tatalaksana thalassemia menempati posisi ke 5 diantara penyakit tidak menular setelah penyakit jantung, kanker, ginjal, dan stroke sebesar 217 milyar rupiah di tahun 2014 menjadi 444 milyar rupiah di tahun 2015 menjadi 485 milyar rupiah di tahun 2016 dan menjadi 376 milyar rupiah sampai dengan bulan September 2017. Penyakit thalassemia termasuk dalam beban biaya rawat inap tertinggi dalam Penyakit Tidak Menular. Jumlah kunjungan pasien Thalasssemia hingga September 2017 mencapai 420.393 orang.

Untuk mendapatkan pengobatan optimal pasien thalassemia membutuhkan biaya 300-400 juta pertahunnya, biaya akan meningkat seiring bartambah usia pasien dan komplikasi yang mengiringinya.

Pentingnya Deteksi Dini 

Penyakit Thalassemia belum bisa disembuhkan dan harus transfusi darah seumur hidup, tetapi dapat dicegah dengan mencegah pernikahan sesama pembawa sifat Thalassemia. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mengetahui status seseorang apakah dia pembawa sifat atau tidak, karena pembawa sifat Thalassemia sama sekali tidak bergejala dan dapat beraktivitas selayaknya orang sehat. Idealnya dilakukan sebelum memiliki keturunan yaitu dengan mengetahui riwayat keluarga dengan thalassemia dan memeriksakan darah untuk mengetahui adanya pembawa sifat thalassemia sedini mungkin. Sehingga pernikahan antar sesama pembawa sifat dapat dihindari. Hal ini harus di kampanyekan kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).

Penjaringan Thallasemia pada Anak Sekolah Kelas 1, Kelas 7 dan Kelas 10

Dalam rangkaian Hari Thalassemia Sedunia 2018, Kementerian Kesehatan telah menyelenggarakan Sosialisasi dan Skrining Thalassemia pada Anak Sekolah di Pandeglang dan Garut dengan total murid yang diskrining sebanyak 240 orang dan akan melakukan Sosialisasi dan Skrining Thalassemia pada Anak Sekolah di Jakarta Barat pada bulan Mei ini dan dilanjutkan dengan Sosialisasi Thalassemia untuk masyarakat awam serta promosi melalui media cetak dan elektronik.

Diharapkan dengan peringatan Hari Thalassemia Sedunia 2018, dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit thalassemia.

Yuk Ketahui Lebih Jauh Tentang Thallasemia ...

Apa Itu Thallasemia?

3 Jenis Thallasemia

Cara Mengetahui Bahwa Seorang Menyandang Thalassemia

Apakah PenyandangThalassemia dapat Hidup Normal?


Artikel Sebelumnya
Hari Kartini 2018, Menkes Harapkan Peran Perempuan Selesaikan Masalah Kesehatan
Artikel Selanjutnya
Periksa Lupus Sendiri (saluri) - Memahami Program Deteksi Dini Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (les)

Upcoming Agenda
24 Oktober 2018

Hari Dokter Nasional

20 Oktober 2018

Hari Osteoporosis Sedunia

19 Oktober 2018

Pra-HKN 54 Pasar Kramat Jati

10 Oktober 2018

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Departemen Kesehatan Indonesia