10 Mei 2019

Begini Hasil Investigasi Meninggalnya Petugas Penyelenggara Pemilu dari 4 Provinsi

Begini Hasil Investigasi Meninggalnya Petugas Penyelenggara Pemilu dari 4 Provinsi

Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Sekjen Kemenkes RI Oscar Primadi dan jajaran melakukan rapat Koordinasi bersama KPU terkait meninggalnya Petugas KPPS saat bertugas - 8 Mei 2019 (Foto :Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenes RI)

Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan  RI (Kemenkes RI), drg. Oscar Primadi mengatakan banyaknya petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal adalah kondisi yang tidak diharapkan. Kemenkes sudah menerima laporan hasil investigasi penyebab meninggalnya petugas penyelenggara Pemilu dari dinas kesehatan di 4 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, dan Kepulauan Riau.

“Kejadian meninggalnya petugas pemilu tahun 2019 ini merupakan kondisi yang kita semua tidak harapkan, namun karena pekerjaan sebagai petugas pemilu juga dituntut kondisi kesehatan yang prima, maka para petugas pemilu yang mengidap penyakit2 tertentu akan terpicu bila tidak mengatur waktu bekerja yang berlebihan,” katanya di gedung Kemenkes, Jumat (10/5).

Sebelumnya, Kemenkes telah menyiagakan tenaga kesehatan sejak sebelum waktu pencoblosan dimulai pada 17 April 2019. Komunikasi dengan tenaga kesehatan di daerah, kata Sekjen, sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum tanggap 17 April 2019.

Kemudian, di lapangan terjadi banyak petugas penyelenggara pemilu yang meninggal sehingga kesiapsiagaan tenaga kesehatan semakin diperkuat dengan disebarkannya surat edaran nomor HK.02.02/III/1681/2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan bagi Petugas KPPS/PPK yang Memerlukan Pelayanan Kesehatan Di Fasilitas Kesehatan pada 23 April 2019, surat edaran nomor HK.02.02/III/1750/2019 tentang Audit Medis dan Pelaporan Petugas KPPS/PPK/Bawaslu yang Sakit dan Meninggal di Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada 29 April 2019, dan surat edaran nomor HK.07.01/III/1792/2019 tentang Pelaksanaan Review Kematian dan Laporan Pelayanan pada 7 Mei 2019.

“Tenaga Kesehatan itu mensupport dari segi pelayanan kesehatan untuk penyelnggaraan pemilu di daerah, baik untuk petugas penyelenggara pemilu maupun masyarakat,“ kata Sekjen.

Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), drg Oscar Primadi (Foto: Istimewa)

Berdasarkan data KPU Pusat pertanggal 10 Mei 2019, petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal di DKI Jakarta sebanyak 22 jiwa, Jawa Barat 131 jiwa, Kepulauan Riau 3 jiwa, dan Sulawesi Tenggara 6 jiwa.

Laporan investigasi Dinas Kesehatan dari 4 provinsi tersebut, korban meninggal dari DKI Jakarta disebabkan oleh Infarct Myocard, Gagal Jantung, Koma Hepatikum, stroke, Respiratory Failure, dan Meningitis. Di Jawa Barat disebabkan oleh Gagal Jantung, stroke, Respiratory Failure, sepsis, dan Asma.

Sementara di Kepulauan Riau meninggalnya petugas penyelenggara Pemilu disebabkan oleh gagal Jantung, kecelakaan, dan di Sulawesi Tenggara disebabkan oleh kecelakaan.

drg. Oscar meminta kepada masyarakat agar tetap tenang tidak termakan informasi spekulatif.

“Kepada masyarakat jangan terlampau tegang, mari percayai apa-apa yang dilakukan oleh Kemenkes,” katanya.(Rokomyanmas)

CERDIK Cegah Penyakit Tidak Menular

CERDIK adalah perilaku hidup sehat yang menjadi slogan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Gaya hidup CERDIK penting sekali untuk dipahami dan dilakukan oleh siapapun agar terhindar dari terkena penyakit tidak menular dan komplikasinya. 

6 Pesan utama dari CERDIK adalah sebagai berikut: 

  • Cek kesehatan secara berkala
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin aktivitas fisik
  • Diet seimbang
  • Istirahat cukup
  • Kelola stres

Penyebab kematian petugas KPPS seperti disebutkan di atas hampir sebagian besar  diakibatkan penyakit tidak menular. Oleh karenanya bagi  Anda yang berusia antara 15 tahun ke atas harus rajin melakukan pengecekan secara berkala  kesehatannya baik secara mandiri, melalui Posbindu atau di Fasilitas Kesehatan lainnya. Pemeriksaan kesehatan ini untuk memantau faktor risiko PTM sehingga FR PTM dapat dicegah dan dikendalikan secara dini. Tidak merokok dan terpapar asap rokok , beraktifitas fisik paling sedikit 30 menit perhari, diet seimbang dengan menerapkan pola makan isi piringku dengan cukup sayur buah, istirahat cukup dan mengelola stres.

#CERDIK #PTM ##InfarctMyocard, #GagalJantung, #KomaHepatikum, #stroke, #RespiratoryFailure, dan #Meningitis, #Asma, #Sepsis, #PetugasPPS  #NCDs #K3


Artikel Sebelumnya
Hari Lupus Sedunia 2019 : Ayo Bergandeng Tangan Dan Tetap Tegar Menghadapi Lupus
Artikel Selanjutnya
Kemenkes Temukan 13 Jenis Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas Pemilu Di 15 Provinsi