02 Desember 2018

Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim bagi Dokter dan Bidan Puskesmas di Kabupaten Sumba Timur

Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim bagi Dokter dan Bidan Puskesmas di Kabupaten Sumba Timur

Foto Kegiatan Pelatihan

Oleh : Afriani Blegur_Dinkes Kab.Sumba Timur -NTT

Kanker Serviks Tertinggi di Kab Sumba

Rekapitulasi laporan dari tiga rumah sakit menunjukan bahwa penderita Kanker tertinggi pada tahun 2017 di Kabupaten Sumba Timur adalah Kanker serviks ( 42 kasus) yang diikuti dengan kanker payudara (35 Kasus). Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan serta penanggulangan kanker leher rahim dan kanker payudara. Pencegahan kanker payudara dan kanker leher rahim meliputi tiga tingkatan pencegahan yaitu primer, sekunder, dan tersier.

Pencegahan primer dimaksudkan untuk mengeliminasi dan meminimalisasi pajanan penyebab dan faktor risiko kanker, termasuk mengurangi kerentanan individu terhadap efek dari penyebab kanker. Selain faktor risiko, ada faktor protektif yang akan mengurangi kemungkinan seseorang terserang kanker. Pencegahan sekunder meliputi dua komponen deteksi dini yaitu penapisan (screening) dan edukasi  penemuan dini (early diagnosis).

Skrining kanker leher rahim dilakukan dengan pemeriksaan IVA, PAP Smear, VILI, dan lainnya, sedangkan deteksi dini pada kanker payudara dapat dilakukan melalui Periksa Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). Sedangkan Pencegahan tersier meliputi diagnosis dan terapi serta pelayanan paliatif.

15 Dokter dan 17 Bidan Dilatih 

Untuk melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan kanker payudara dan kanker serviks maka diperlukan tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan kerampilan pada bidang tersebut. Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur memiliki 6 dokter dan 24 bidan yang telah dilatih dalam deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks yang tersebar pada 11 Puskesmas dari 22 Puskesmas yang ada. Oleh karena itu dalam rangka peningkatan jumlah sumber daya manusia yang berkompeten maka dilakukan pelatihan deteksi dini Kanker serviks dan kanker payudara sebagai salah satu penunjang dalam pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan kanker serviks dan kanker Payudara.  

Pelatihan ini diikuti oleh 15 Dokter dan 17 bidan yang berasal dari 16 Puskesmas yaitu Puskesmas Lewa, Lewa Tidahu, Rambangaru, Nggaha Ori Angu, Kombapari, Malahar, Lailunggi, Ngadu Ngala, Kananggar, Mahu, Mangili, Kataka, Baing, Kambata Mapambuhang, Kawangu dan Tanarara.

Kegiatan Pelatihan ini di fasilitasi oleh pelatih yang bersertifikat TOT Deteksi Dini Kanker Payudara & Kanker Leher Rahim, serta Dokter Obgyn dan dokter umum dari Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha.

Proses pelatihan berlangsung selama 4 hari yang dilaksanakan di Hotel Jemmy –Waingapu yaitu pada tanggal 26 s/d 29 November 2018. Pemberian materi dilakukan selama dua hari dan dilanjutkan dengan praktek lapangan pelaksanaan pemeriksaan IVA dan SADANIS di Puskesmas Kambaniru.

Dengan demikian 22 puskesmas di Sumba  Timur telah memiliki tenaga kesehatan terlatih dalam pelaksanaan Deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim dengan metode pemeriksaan IVA dan SADANIS.


Artikel Sebelumnya
Sosialisasi Dan Pelaksanaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim & Payudara Bersama Paguyuban Bpjn X Ntt