14 Oktober 2019

Sosialisasi UBM dan Skrinning Kadar CO di SMK Negeri Sukoharjo Bekerjasama Dengan UPT Puskesmas Rawat Inap Sukoharjo

Sosialisasi UBM dan Skrinning Kadar CO di SMK Negeri Sukoharjo Bekerjasama Dengan UPT Puskesmas Rawat Inap Sukoharjo

Pelaksaan Skrining Kadar CO di Di SMK Negeri Sukoharjo Bekerjasama Dengan UPT Puskesmas Rawat Inap Sukoharjo.

Oleh : PTM Kabupaten Pringsewu

Sosialisasi UBM Dan Skrining Kadar CO Di SMK Negeri Sukoharjo Bekerjasama Dengan UPT Puskesmas Rawat Inap Sukoharjo - Merokok merupakan salah satu faktor penyakit tidak menular seperti Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK), Asma, Jantung, Stroke dan Kanker serta gangguan reproduksi dan kehamilan, berhenti merokok bukan hal mudah karena efek adiksi nikotin. UPT Puskesmas Rawat Inap Sukoharjo bersama dengan pengelola program PTM telah melakukan Sosialisasi yaitu Acara Skrining dan Konseling Upaya Berhenti Merokok di Sekolah (UBM) Pada Peserta didik SMKN Sukoharjo pada hari kamis tanggal 3 oktober 2019 yang dilanjutkan dengan pemeriksaan Kadar CO menggunakan alat Smokerlyzer, alat yang digunakan untuk mendeteksi dan menganailisa keberadaan karbon monoksida dalam pernafasan manusia Satuan ppm (part per million).

Adapun langkah-langkah dalam pemeriksaan yaitu:

1) Subjek menahan napas selama ± 15 detik,

2) Menghembuskan napas melalui mulut secara perlahan-lahan pada alat sampai terdengar bunyi pada alat atau sampai napas habis (± 15 detik),

3) Dalam beberapa detik, alat ukur akan menunjukkan  kadar CO udara ekspirasi.

Bahaya CO dalam tubuh, Saat seseorang menghirup karbon monoksida, maka gas tersebut akan masuk ke paru-paru dan mengikat hemoglobin pada sel darah. Hemoglobin juga lebih mudah terikat pada karbon monoksida dibanding oksigen. Sehingga jumlah karbon monoksida dalam tubuh akan meningkat dan jumlah oksigen akan berkurang. Hal ini lah yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sesak napas, pingsan, bahkan kematian.

Adapun hasil skrining yang dilakukan di 4 SMK Negeri Sukoharjo sebanyak 60 siswa dan guru sekolah. Hasil pemeriksaan Kadar CO yang ada dalam Zona Hijau 61,7 %, Zona Orange 13.3 % dan Zona Merah 25 %.

Zona Hijau nilai 01-06 COppm, di Zona ini seharusnya anda berada artinya terdapat kurang dari 1 % CO didalam darah. Zona Orange nilai 07-10 COppm, zona ini mengindikasikan Perokok Ringan / Perokok Pasif atau seorang Non-Perokok yang terekspose asap karena kondisi lingkungan yang buruk. Zona Merah nilai 11-30 COppm, mendapatkan hasil pembacaan di zona ini mengindikasikan anda adalah Perokok Aktif dengan tingkat CO yang sangat tinggi didalam darah. Ketahuilah bahwa ini sangat berbahaya bagi kesehatan anda dan keluarga. Segeralah cari bantuan dan mulai jalani program berhenti merokok untuk dapat kembali turun ke “Zona Hijau”.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendapatkan data awal perilaku merokok dilingkungan sekolah,perilaku merokok warga sekolah,baik siswa,guru dan orang-orang yang terlibat aktif dalam proses belajar mengajar sebagai langkah awal untuk usaha berhenti merokok karena merokok sangat membahayakan kesehatan.


Artikel Sebelumnya
Layanan Upaya Berhenti Merokok Dinkes Kab. Pringsewu
Artikel Selanjutnya
Validasi Data Deteksi Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular

Upcoming Agenda
04 Februari 2020

Hari Kanker Sedunia 2020

03 Desember 2019

Hari Disabilitas Internasional 2019

14 November 2019

Hari Diabetes 2019

12 November 2019

Hari Kesehatan Nasional 2019

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia