20 Maret 2018

Pertemuan Koordinasi Teknis Program Prioritas P2P 2018 Sinergikan Pusat Daerah dalam Percepatan Program Prioritas

Pertemuan Koordinasi Teknis  Program Prioritas P2P 2018 Sinergikan Pusat Daerah dalam Percepatan Program Prioritas

Menkes Nila F Moeloek menggunting pita tanda dibukanya Pameran Rakontek P2P 2018 didampingi Dirjen P2P , Anung Sugihantono dan sejumlah pejabat di Jakarta tanggal 20 maret 2018

Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Jakarta, (19/3) Dirjen P2P dr, Anung Sugihantono, M.Kes membuka acara Rapat Konsultasi Teknis (rakontek) Program Prioritas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) didampingi Sekretaris Ditjen dan Para Direktur di lingkungan Ditjen P2P,Turut hadir, Kepala Badan Litbangkes, Dirjen Yankes, Para Kepala B/BTKL-PP dan KKP seluruh Indonesia, Para Kepala Bidang P2P, Yankes, Kesmas dan Kasi Lingkup P2P, Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia, Para Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi, Kepala Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat, dan Kepala Balai Kesehatan Mata Masyarakat.

Rapat Koordinasi Teknis P2P yang berlangsung dari tanggal 19 sd 22 Maret 2018 ini mengambil tema “Meningkatkan cakupan, kualitas, dan jangkauan layanan P2P guna mencapai eliminasi TB, peningkatan cakupan dan mutu Imunisasi serta penyakit menular dan penyakit tidak menular”. Berbeda dengan pertemuan P2P sebelumnya, pada pertemuan kali ini diminta pula para Kabid Yankes, Kabid Kesmas, Perencana di Dinas Kesehatan Provinsi selain para Kabid P2P dan Para Kasi Lingkup P2P Dinas Kesehatan Provinsi. Pada pertemuan ini hadir juga para Direktur Rumah Sakit Jiwa Vertikal dan Provinsi serta para Kepala Balai Kesehatan Paru, Mata dan Balai Indera. Dengan demikian diharapkan komunikasi dan koordinasi setiap tatanan dalam jajaran Ditjen P2P semakin diperkuat. Seperti kita ketahui, fungsi kesehatan jiwa, gangguan indera dan gangguan fungsional menjadi bagian dari tusi Ditjen P2P.

 

Dalam sambutannya, Dirjen P2P menerangkan bahwa dalam kerangka menuju Universal Health Coverage, Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menjadi penting dalam merubah paradigma kuratif dan rehabilitatif menjadi promotif dan preventif dan dilaksanakan secara sinergi di berbagai tatanan administratif maupun tatanan teknis program. Tiga tema yang diangkat dalam Rakerkesnas yang lalu terkait isu-isu sinergis yang memerlukan perhatian dari semua pihak baik dari kesehatan maupun lintas sektor lainnya yaitu : Tuberkulosis, Penanganan Gizi, dan Imunisasi. Hal ini dilatarbelakangi oleh hasil evakuasi pencapaian target Pembangunan Kesehatan yang dilakukan Bappenas serta mempertimbangkan potensi masalah yang dapat mengakibatkan potensi masalah Kejadian Luar Biasa di daerah.

Pada Rakontek tahun ini kita akan menindaklanjuti Rakerkesnas tahun 2018 serta membahas program-program dan kegiatan P2P yang perlu mendapat perhatian atau penekanan dalam implementasinya. Utamanya program yang terkait Prioritas Nasional seperti tercantum didalam RPJMN maupun program yang telah ditetapkan sebagai Operasional Langganan dari Pembangunan Kesehatan dalam mewujudkan Indonesia Sehat. Forum ini sekaligus mengkonsolidasikan berbagai program prioritas agar dilaksanakan secara intensif serta sinergis antara Pusat dan Daerah, sehingga semua target tercapai tepat waktu. Saya ingatkan kembali kita hanya memiliki waktu 2 (dua) tahun lagi sebelum kinerja kita dievaluasi dalam kurun waktu selama 5 Tahun pelaksaannya 2014-2019”, tambah Anung dalam sambutannya.

Anung berharap bahwa hasil Rakerkesnas tahun 2018 yang baru saja dilaksanakan dapat dijabarkan dalam Rencana Aksi Daerah terkait Tuberkulosis. Imunisasi dan Stunting dan Program Prioritas lainnya di bidang P2P. Selanjutnya, Rencana Aksi Daerah ini hendaknya dikonsolidasikan dalam Rakontek dan Rakerkesda di provinsi masing-masing untuk dilaksanakan paling lambat pada bulan April tahun 2018 sebagai langkah nyata komitmen kita untuk melakukan upaya percepatan. Semua kegiatan yang dilaksanakan agar dioptimalkan dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada baik terkait anggaran yang telah dialokasikan untuk tahun 2018 baik dari sumber APBN, APBD, maupun Hibah BLN.

“Rakontek kali ini akan mempertajam fokus diskusi masing-masing topik yang akan menjad prioritas penyelesaian masalahnya dalam jangka waktu sampai dengan 2019, sehingga diharapkan mampu membangun sinergitas dalam Penanganan Eliminasi Tuberkulosis, Cakupan dan Mutu Imunisasi serta kontribusi pada upaya Penurunan Stunting yang saat ini belum optimal. Saya berharap dari diskusi di Direktorat ini dapat menghasilkan keluaran berupa pokok-pokok penajaman isu terhadap 3 (tiga) fokus masalah dalam rangka Percepatan Eliminasi Tuberkulosis, Penurunan Stunting dan Peningkatan Cakupan serta Mutu Imunisasi”, tegas Anung diakhir sambutannya.

Pada hari kedua, Ibu Menteri Kesehatan berkesempatan hadir memberikan arahan bagi seluruh peserta pertemuan yang akan menjadi pedoman bersama dalam menyusun Rencana Operasional kedepan. Pada kesempatan ini juga Menteri Kesehatan menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kinerja yang dilakukan oleh Dirjen P2P dengan Direktur P2PTVZ, Kepala KKP Makassar serta Kepala BBTKLPP Surabaya.

Di akhir kunjungannya pada acara Rakontek Ditjen P2P ini, Menteri Kesehatan meresmikan sekaligus mengunjungi stand-stand Pameran Inovasi Program P2P. Pameran yang diikuti oleh 34 provinsi ini menampilkan Inovasi/Terobosan dalam berbagai bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di provinsi masing-masing. Selain itu UPT baik KKP maupun BBTKLPP menampilkan berbagai Teknologi Tepat Guna serta berbagai Terobosan dalam menjaga Pintu Masuk Negara serta program karantina kesehatan.

Baca : Artikel Sumber


Artikel Sebelumnya
Hari Ginjal Sedunia 2018 : “kidneys And Women’s Health : Include, Value, Empower
Artikel Selanjutnya
Cegah Penyakit Ginjal Dengan Perilaku Cerdik