22 Maret 2019

Menko PMK paparkan keberhasilan pembangunan manusia di Forum National Town Hall on Youth Engagement

Menko PMK  paparkan keberhasilan pembangunan manusia di Forum National Town Hall on Youth Engagement

“Saya juga mengajak Kaum Milenial untuk cerdas menerima informasi dan cegah penyebaran hoax. Kalian ini adalah agen perubahan yang akan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan. Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan terus memelihara keberagaman. Kalau kita tidak merasa sebagai Saudara, mana mungkin kita dapat berkumpul seperti sekarang. Mari kita songsong Indonesia yang maju, unggul dan berdaya saing.” ucap Menko PMK saat paparkan keberhasilan pembangunan manusia di Forum National Town Hall on Youth Engagement, Kamis pagi di Gedung Balai Sarbini, Jakarta. (Foto Dwi Prasetya)

Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Masa depan suatu bangsa dan negara terletak pada kemampuan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang maju dan berkualitas. Pembangunan sumber daya manusia, meliputi faktor kesehatan ibu dan anak, pembangunan keluarga, jaminan pendidikan, penguasaan keterampilan dan teknologi, serta dunia usaha dan industri yang kondusif bagi pengembangan sumber daya manusia. Pengelolaan pembangunan sumber daya manusia, sejauh ini telah menjangkau jumlah penduduk Indoensia yang jumlahnya hampir mencapai 260 juta jiwa. Demikian salah satu poin penting yang disampaikan Menko PMK, Puan Maharani, dalam sambutannya saat membuka acara National Town Hall on Youth Engagement, Kamis pagi di Gedung Balai Sarbini, Jakarta. Acara turut dihadiri oleh Menkes, Nila F Moeloek dan Menpora, Imam Nahrawi serta para perwakilan pemuda dari 11 negara di Asia Tenggara.

Menko PMK menegaskan kembali bahwa pembangunan sumber daya manusia suatu negara akan dirancang sesuai dengan kondisi masing-masing negara dalam mengelola aspek kesehatan, keluarga, pendidikan, dan dunia usaha. “(Maka) pada forum ini, adalah sangat penting bagi kita untuk membagi pengalaman dalam upaya pembangunan sumber daya manusia,” tambahnya.

Selain memaparkan upaya pembangunan manusia yang meliput aspek kesehatan dan pendidikan melalui bantuan sosial terutama kepada masyarakat miskin, Menko PMK juga memperkenalkan akan diterbitkannya kartu bansos terbaru sebagai perluasan manfaat dari kartu bansos yang selama ini diedarkan. Kartu terbaru itu adalah KIP Kuliah, Kartu Sembako, dan Kartu Pra Kerja. “Namun, untuk melaksanakan pembangunan manusia seperti yang kita cita-citakan kita butuh suatu kerja bersama, gotong royong, dan tetap jaga persatuan,” kata Menko PMK. “Saya juga mengajak Kaum Milenial untuk cerdas menerima informasi dan cegah penyebaran hoax. Kalian ini adalah agen perubahan yang akan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan. Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan terus memelihara keberagaman. Kalau kita tidak merasa sebagai Saudara, mana mungkin kita dapat berkumpul seperti sekarang. Mari kita songsong Indonesia yang maju, unggul dan berdaya saing.”

Sebagai Agen Perubahan, menurut Menko PMK, para pemuda harus melaksanakan beberapa langkah penting antara lain dengan mengenali betul daerah asal pemuda, cerdas, nasionalis, dan juga kuat secara karakter serta beragama. Di atas semua itu, Menko PMK mengakui bahwa Indeks Pembangunan Manusia Indonesia terus membaik. “Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,81 di tahun 2017. Sehingga Indonesia masuk ke kategori High Human Development,” katanya lagi.


Artikel Sebelumnya
Menkes Harapkan Anak Muda Jadi Agent Of Change
Artikel Selanjutnya
Menjaga Generasi, Desa Guaeria Terapkan Ktr Untuk Tekan Perokok Muda