09 Agustus 2018

Lima Belas Pesan Menjelang Armina

Lima Belas Pesan Menjelang Armina
Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Dalam waktu 2 pekan ke depan, jemaah haji akan melaksakan wukuf di Arafah. Karena tidak berhaji jika tidak wukuf, maka jemaah haji perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk melaksanakan tahapan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan juga Mina (Armina).

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka menitipkan 15 pesan kepada jemaah haji melalui Tim Preventiv dan Promotif (TPP) dan Tenaga medis di masing-masing Kloter (TKHI).

Adapun pesan tersebut adalah :

1. Makan teratur agar tubuh bertenaga dan tidak mudah sakit.

2. Sering minum tidak menunggu haus. Saat Armina nanti suhu di Mekkah diperkirakan makin panas. Waspadai risiko kekurangan cairan dan heat stroke.

3. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat keluar pondokan atau tenda termasuk saat antre di toilet di Armina.

4. Kurangi aktivitas fisik yang tidak perlu. Simpan tenaga untuk menyelesaikan Armina.

5. Kurangi aktivitas di luar tenda saat Armina.

6. Bawa obat-obatan pribadi dan mengonsumsinya secara teratur sesuai anjuran dokter.

7. Konsultasikan kesehatan ke petugas kesehatan terutama bagi jemaah berisiko tinggi sebelum berangkat Armina.

8. Bawa dan konsumsi minuman oralit saat di Armina.

9. Peduli serta saling menjaga antar jamaah minimal yang sekamar atau seregu. Berangkat bersama-sama dan pulang bersama-sama.

10. Membawa pisau cukur sendiri dan tidak dipinjamkan atau meminjam milik orang lain.

11. Ketika di area Armina nanti tidak naik ke atas bukit atau tebing atau bebatuan dan tidak berbaring di jalan atau dikolong kendaraan yang terparkir.

12. Pilih rute melempar jamarat yang aman dan sudah direkomendasikan oleh petugas haji Indonesia yaitu rute yang melalui tenda-tenda jemaah Indonesia dan masuk melalui terowongan.
Di jalur tersebut tersebar petugas dan pos kesehatan, sedangkan jalur lainnya tidak ada perlindungan petugas atau pos kesehatan sehingga berbahaya jika dilewati jemaah Indonesia.

13. Tidak memaksakan diri melempar jamarat ketika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

14. Melontar jamarat mengikuti waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. Untuk jemaah Indonesia waktu melontar yang disarankan untuk tanggal 10 Zulhijah yaitu setelah ashar atau setelah maghrib dan pada tanggal 11 Zulhijah setelah Subuh. Jika melontar di waktu selain itu akan berisiko terpapar suhu yang sangat panas dan berdesakan dengan jemaah dari negara lain yang postur tubuhnya lebih besar dari jemaah Indonesia.

15. Hati-hati jika menggunakan tangga berjalan atau eskalator di area jamarat karena curam. Angkat pakaian di atas mata kaki untuk menghindari terinjak atau terbelit di eskalator.

“Ini 15 pesan yang perlu disampaikan kepada jemaah haji. Jangan bosan mengingatkan jemaah agar melaksanakan pesan-pesan tersebut. Sampaikan setiap hari. Ajak serta Ketua Regu atau Ketua Rombongan dan semua jemaah untuk saling mengingatkan. Mari bersama-sama kita jaga dan layani jemaah haji Indonesia agar dapat melaksanakan puncak ibadah haji menggapai mabrur/mabrurah,” kata Eka.

Rokomyanmas


Artikel Sebelumnya
Penandatanganan Dan Pembacaan Pakta Integritas Dr. Cut Putri Arianie, Mhkes Direktur P2ptm
Artikel Selanjutnya
Indonesia Bawa Senam Poco-poco Ke Pertemuan Who Rc-71 Di India

Upcoming Agenda
24 Oktober 2018

Hari Dokter Nasional

20 Oktober 2018

Hari Osteoporosis Sedunia

19 Oktober 2018

Pra-HKN 54 Pasar Kramat Jati

10 Oktober 2018

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Departemen Kesehatan Indonesia