15 Mei 2019

Gagal Jantung Penyebab Terbanyak Meninggalnya Petugas Pemilu

Gagal Jantung Penyebab Terbanyak Meninggalnya Petugas Pemilu

Ilustrasi : Gejala serangan jantung antara lain sakit atau nyeri pada bagian dada, rasa gelisah dan mudah cemas. batuk, berkeringat, sesak napas. Adanya Rasa sakit pada bagian tubuh, mulai dari lengan sebelah kiri, rahang, leher, punggung, hingga perut.Merasa lemah dan mudah pusing.(unchealthcare.org)

Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Sebanyak 13 jenis penyakit ditambah kecelakaan menjadi penyebab meninggalnya petugas Pemilu 2019. Dari 13 penyakit itu, gagal jantung jadi penyebab terbanyak.

Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH mengatakan dari 13 penyakit itu yang paling banyak adalah jantung.

“Ada 13 penyakit, yang paling mendominasi jantung, kemudian infarct myocard, koma hepatikum, stroke, dan hipertensi,” katanya kemarin, Senin (13/5).

Hingga kemarin pukul 15.00 WIB, berdasarkan laporan dinas kesehatan di 24 provinsi telah diketahui gagal jantung menjadi penyebab terbanyak meninggalnya petugas Pemilu 2019 dengan jumlah 48 kematian. Diikuti stroke 24 kematian, dan infarct myocard 18 kematian.

10 penyakit lainnya, yakni koma hepatikum 7 kematian, respiratory failure 9 kematian, hipertensi emergency 3 kematian, meningitis 3 kematian, sepsis 6 kematian, asma 12 kematian, diabetes mellitus 5 kematian, gagal ginjal 8 kematian, TBC 9 kematian, kegagalan multi organ 8 kematian, dan satu lagi disebabkan oleh kecelakaan sebanyak 15 kematian. Sisanya sebanyak 323 belum tersedia data yang lengkap.

Di lain kesempatan, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS mengatakan untuk mencari penyebab kematian tidak mudah, ada beberapa proses yang harus dilakukan.

“Yang dilakukan kalau meninggal di Fasyankes tentu di sana ada catatan medik, itu bisa dilakukan, yang meninggal di luar Fasyankes menggunakan autopsi verbal sesuai standar WHO,” katanya di studio salah satu stasiun TV nasional, Senin (13/5).

Dr. Bambang mengatakan dirinya berbela sungkawa atas musibah yang terjadi. “Tentu kita tidak ada yang mengharapkan kejadian ini,” ucapnya.(Rokomyanmas)


Artikel Sebelumnya
Menjaga Generasi, Desa Guaeria Terapkan Ktr Untuk Tekan Perokok Muda
Artikel Selanjutnya
Agar Sehat Saat Mudik, Lakukan 2 Hal Ini