10 Desember 2019

Manfaat Sentuhan Fisik Untuk Mengatasi Stres

Manfaat Sentuhan Fisik Untuk Mengatasi Stres

Seorang pria memeluk boneka, penelitian menyebut memeluk boneka teddy bearpun dapat bermanfaat bagi kesehatan dan menekan kadar stres (Foto Freepik)

Oleh : P2PTM Kemenkes RI

Di dunia yang kian penuh digitalisasi, di mana orang lebih sering kirim pesan daripada bertemu, penting untuk mengingat manfaat sentuhan fisik dan mental. Kontak fisik yang positif dan tidak dipaksakan sokong kesehatan antara lain atasi stres.

Deteksi dini terhadap sikap satu sama lain dapat dilakukan lewat sentuhan, utamanya pada orang terdekat kita. Kulit kita kerap jadi awal, bagaimana kita menanggapi situasi dan berinteraksi dengan orang lain. Peneliti menemukan, orang bisa mendeteksi emosi tertentu, seperti cinta, kemarahan, rasa terima kasih dan jijik lewat sentuhan. Sentuhan positif bisa mengurangi agresi dan meningkatkan tingkah laku yang sosial. Itu juga bisa membentuk dan menjaga ikatan emosional.

Sentuhan dan penurunan Stres

Seperti dilansir laman Panorama, kontak antar manusia bisa meningkatkan kondisi kesehatan fisik dan mental, meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan risiko penyakit jantung, dan menekan kadar hormon stres seperti kortisol pada wanita.  

Tapi jangan asal peluk. Zaborney menyarankan agar bertanya dulu pada calon lawan berpelukan kita untuk yakin akan respon yang bakal didapat. Tak peduli apakah yang kita peluk keluarga, teman atau orang asing efek kesehatannya ternyata sama tingginya.

Pelukan hangat

Pasangan yang berpelukan selama 20 detik memiliki kadar oxytocin yang sama dengan mereka yang sedang jatuh cinta. Selain mempengaruhi oxytocin, pelukan juga meningkatkan kadar dopamin, hormon yang membuat manusia merasa senang. Sementara menurut American Psychosomatic Society, pelukan selama 10 menit dengan kekasih bisa menghilangkan stres, dan berbagai efek fisik yang disebabkannya.
Hubungan hangat antar partner seperti bergandengan tangan atau berpelukan bisa ber konstribusi pada kesehatan jantung dan menurunkan stres. Tanda yang positif itu turunkan detak jantung, kurangi hormon stres dan menurunkan tekanan darah. Pasangan bahkan bisa menyeleraskan detak jantung dan gelombang otak hanya dengan bersentuhan.

Pelukan sebagai tanda dukungan
Berpelukan adalah tanda sokongan yang bisa mengurangi stres. Ini juga bisa membantu menghilangkan kegalauan setelah konflik. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang menerima pelukan setelah terjadinya konflik menjadi lebih tenang. Karena pelukan juga memiliki manfaat mengurangi stres, ini juga bisa menaikkan daya tahan tubuh.

Pijat mengurangi hormon stres

Manfaat pijat tidak sekedar relaksasi, peneliti di pusat medis Universitas Duke menemukan bahwa pijat antara lain mengurangi sakit dan meningkatkan mobilitas pada pasien yang menderita artritis di lutut. Tapi bukan hanya mereka yang mendapat pijatan yang mendapat keuntungan, melainkan juga mereka yang memijat.

Memijat diri sendiri
Tapi kita tidak perlu orang lain untuk merasakan manfaat sentuhan. Memijat diri sendiri bisa memberikan efek seperti pijat biasa. Yoga serta bentuk senam lainnya yang menyebabkan tubuh berkontakan dengan lantai atau beban, juga bisa menghasilkan penurunan stres.

Kontak antar kulit
Pijat juga menyebabkan pertambahan bobot tubuh pada bayi prematur, dengan mendorong sistem syaraf mereka. Ini memperbaiki pencernaan dan melepas hormon yang diperlukan untuk menyerap makanan. Sentuhan dari kulit ke kulit membantu melepaskan oksitosin, hormon yang berkaitan dengan hubungan antara ibu dan anak, dan mengurangi hormon stres.

Dalam studi lain, orang dewasa yang tak pernah kontak dengan pelukan dengan orang lain cenderung mengalami darah tinggi dan detak jantung yang lebih cepat.

Bahkan ada pula penelitian yang menyebut memeluk boneka teddy bearpun punya manfaat akan kesehatan dan menekan kadar stres.

Mengapa pelukan baik untuk manusia?

Tak hanya manfaat kesehatan fisik, berpelukan juga memberikan dukungan sosial dan menerima yang sama dari lawan berpelukan kita.

“Dipeluk oleh orang yang kita percayai, bermanfaat untuk mendapatkan dukungan yang berarti dan membuat kita lebih sanggup mengurangi efek dari stress,” kata Sheldon Cohen, peneliti tentang pelukan pada tahun 2003.

“Bahkan jika dilakukan sebelum memulai rutinitas harian, pelukan bisa melindungi dari efek stres yang mungkin terjadi sepanjang hari,” kata psikolog Karen Grewen dari School of Medicine di University of North Carolina-Chapel Hill.

Demikian juga manfaat sentuhan dalam mempererat hubungan dan kerjasama anggota tim, sentuhan atau komunikasi yang bisa dirasakan membantu orang mempererat kepercayaan dan kerjasama. Sebuah studi bahkan menemukan bahwa tim pemain basket profesional yang berinteraksi secara fisik lebih banyak di awal musim, seperti 'high five' atau berpelukan dalam tim, bekerjasama lebih baik dalam pertandingan.(Dari berbagai sumber)

#kelolastres #CERDIK

 


Artikel Sebelumnya
Hari Stroke Sedunia 2019 : Otak Sehat, Sdm Unggul
Artikel Selanjutnya
Manfaat Berolahraga Pada Jam Kerja

Upcoming Agenda
15 Februari 2020

Hari Kanker Anak Sedunia 2020

04 Februari 2020

Hari Kanker Sedunia 2020

03 Desember 2019

Hari Disabilitas Internasional 2019

14 November 2019

Hari Diabetes 2019

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia