12 Oktober 2016

Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA

Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA
Oleh : aulia

Kanker yang berdasarkan data WHO merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, juga mengintai di Indonesia. Pemerintah telah melakukan serangkaian langkah untuk menangani penyakit kanker, termasuk kanker serviks yang bersama-sama dengan kanker payudara, mencatat korban jiwa tertinggi di Indonesia.Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk. Prevalensi kanker tertinggi terdapat di DI Yogyakarta (4,1‰), diikuti Jawa Tengah (2,1‰), Bali (2‰), Bengkulu, dan DKI Jakarta masing-masing 1,9 per mil. Kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim.

Berdasarkan estimasi Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2012, insidens kanker di Indonesia 134 per 100.000 penduduk dengan insidens tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara sebesar 40 per 100.000 diikuti dengan kanker leher rahim 17 per 100.000 dan kanker kolorektal 10 per100.000 perempuan. Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit 2010, kasus rawat inap kanker payudara 12.014 kasus (28,7%), kanker leher rahim 5.349 kasus (12,8%).

Apa penyebab kanker?

Meskipun ilmu kedokteran telah berkembang pesat, hingga kini kanker merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Memang ada banyak factor yang memengaruhi seperti merokok/terkena paparan asap rokok, mengkonsumsi alkohol, paparan sinar ultraviolet pada kulit, obesitas dan diet tidak sehat, juga kurang aktivitas fisik, dan infeksi yang berhubungan dengan kanker. Penyakit yang menjadi momok mengerikan ini toh menurut para ahli diperkirakan dapat dicegah hingga 40% kanker, dengan mengurangi faktor risiko terjadinya kanker tersebut. Untuk mencapainya, memang diperlukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat untuk mencegah faktor risiko tersebut dan peningkatan program pencegahan dan penanggulangan yang tepat. Salah satu kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah adalah Program pengendalian kanker khususnya deteksi dini kanker Rahim dan payudara dengan metoda IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat).

Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan Indonesia ini dilaksanakan selama 5 tahun di seluruh Indonesia, dimana pencanangan dilakukan oleh Ibu Negara pada tanggal 21 April 2015 di Puskesmas Nanggulan,Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DI Yogyakarta. Rangkaian kegiatan meliputi kegiatan promotif, preventif , deteksi dini, dan tindak lanjut. Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terutama dalam mengendalikan faktor risiko kanker dan deteksi dini kanker sehingga diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kanker dapat ditekan.

Upaya pencegahan kanker payudara dan kanker leher rahim antara lain :

1. Pola Hidup Sehat dengan CERDIK C = Cek kesehatan secara teratur E = Enyahkan asap rokok R = Rajin aktifitas fisik D = Diet sehat dengan kalori seimbang I = Istirahat cukup K = Kelola stress

2. Cegah kanker dengan melakukan deteksi dini:

• Deteksi dini kanker leher rahim dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) ataupun Pap Smear. • Deteksi dini kanker payudara dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI), Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) oleh petugas kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan.

Di mana bisa dapatkan bantuan? Deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang telah mempunyai tenaga kesehatan terlatih seperti :

1. Puskesmas Dilaksanakan secara rutin oleh petugas kesehatan terlatih (dokter dan bidan).

2. Klinik Swasta Dilaksanakan secara mandiri oleh dokter dan bidan terlatih Integrasi dengan program lain yaitu Infeksi Saluran Reproduksi/Infeksi Menular Seksual (ISR/IMS), KB (BKKBN).  

Tahukah Anda? 12 juta orang adalah angka penderita kanker di seluruh dunia setiap tahunnya, dan 7.6 juta di antaranya meninggal dunia. Pada 2030 kejadian tersebut dapat mencapai hingga 26 juta orang dan 17 juta di antaranya meninggal akibat kanker. Angka kejadian akan melewat lebih cepat terutama di negara miskin dan berkembang kejadiannya akan lebih cepat.

Artikel Sebelumnya
Enam Langkah Sadari Untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Artikel Selanjutnya
Pola Makan Rendah Glikemik, Apakah Itu?

Upcoming Agenda
01 Juli 2019

Hari Buah Sedunia 2019

11 Juni 2019

Puncak acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019dan Penganugerahan Penghargaan Penegakan Implementasi KTR 2019

22 Juni 2019

Kegiatan Skrining FR PTM di Giant Pangkalpinang

29 Juli 2019

Kegiatan Pelatihan Pengendalian Kanker Serviks dan Payudara

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia