02 Desember 2016

Agar Stroke Tidak Menyerang

Agar Stroke Tidak Menyerang
Oleh : omeoo

Stroke adalah salah satu penyakit yang ditakuti. Bagaimana tidak, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, penyakit ini menjadi penyebab kematian utama di hampir semua rumah sakit di Indonesia, yaitu 14,5 persen. Sekalipun tidak meninggal, penderita bisa mengalami gangguan pergerakan atau cacat, sehingga bergantung pada orang lain. Di Indonesia sendiri, prevalensi stroke menurut Riskesdas 2013 adalah 12 per 1.000 penduduk. Angka tersebut naik dibandingkan Riskesdas 2007 yang hanya sebesar 8,3 persen. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan. Ditambah lagi, biaya pengobatan untuk penyakit stroke termasuk rehabilitasi pasca stroke tidak sedikit. Hal tersebut tentu akan menambah beban biaya kesehatan masyarakat.

Perhatikan gejala stroke

Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Ketika pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus, sel-sel otak akan mulai mati. Oleh sebab itu, semakin cepat penanganan bagi penderita stroke maka makin kecil pula kerusakan otak yang terjadi. Agar kejadian stroke cepat ditangani, kenali tanda-tanda gejala stroke. Begitu Anda merasakan atau menemukan gejala ini pada Anda atau orang di dekat Anda. Segera bawa ke rumah sakit terdekat. Gejala tersebut antara lain: - Berbicara tidak jelas (pelo) atau kacau. Ada juga yang tidak bisa bicara sama sekali meski dalam keadaan sadar. - Mata dan mulut pada salah satu sisi wajah terlihat turun. - Tidak mampu mengangkat salah satu atau kedua tangan.

Jenis stroke

Stroke sendiri bisa terbagi menjadi dua jenis, dilihat dari penyebabnya. Pertama stroke iskemik, yaitu stroke yang terjadi jika pasokan darah ke otak berhenti akibat gumpalan darah. Jenis kedua adalah stroke hemoragik, yaitu stroke yang terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otak pecah. Selain kedua jenis tersebut, ada pula yang disebut Transient Ischemik Attack (TIA) atau kerap disebut stroke ringan. TIA terjadi karena pasokan darah ke otak mengalami gangguan sesaat. Umumnya ditandai dengan gejala pusing, penglihatan ganda, tubuh mendadak terasa lemas, dan sulit bicara. Meski terjadi sesaat namun jangan dianggap remeh. TIA biasanya merupakan peringatan akan datangnya serangan stroke berat. Oleh karena itu, Anda harus langsung memeriksakan diri ke dokter.

Cegah sebelum terlambat

Dahulu, penyakit stroke kebanyakan menimpa orang yang berusia lebih dari 65 tahun. Namun perubahan gaya hidup menggeser fenomena tersebut. Saat ini, 25 persen stroke terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 65 tahun, bahkan anak-anak. Jadi jangan lengah. Tingkatkan selalu kewaspadaan Anda terhadap penyakit stroke dengan melakukan gaya hidup sehat, sebab umumnya stroke terjadi karena kadar kolesterol yang melebihi normal atau tekanan darah tinggi. Risiko stroke akan berkurang ketika Anda menerapkan pola hidup sehat, seperti olahraga teratur, makan makanan bernutrisi, tidak merokok, dan tidak berlebihan minum alkohol. Bila sudah terdiagnosa memiliki masalah kolesterol tinggi atau hipertensi, Anda bisa meminta saran dokter untuk menggunakan obat.


Artikel Sebelumnya
Sarapan Sehat, Aktivitas Lancar
Artikel Selanjutnya
Penatalaksanaan Thalasemia

Upcoming Agenda
15 Februari 2020

Hari Kanker Anak Sedunia 2020

04 Februari 2020

Hari Kanker Sedunia 2020

03 Desember 2019

Hari Disabilitas Internasional 2019

14 November 2019

Hari Diabetes 2019

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia