27 Oktober 2016

Nasi Goreng, Makanan Berminyak Tinggi yang Wajib Diwaspadai

Nasi Goreng, Makanan Berminyak Tinggi yang Wajib Diwaspadai
Oleh : aulia

Anda hobi menyantap nasi goreng?

Lebih waspadalah karena nasi goreng mengandung minyak tinggi sehingga bisa menyebabkan kelebihan asupan kalori.

Nasi goreng sudah lama menjadi salah satu menu andalan banyak orang di negara kita untuk mengatasi rasa lapar. Makanan yang biasanya disantap saat sarapan dan makan malam ini menjadi favorit banyak orang karena memang rasanya yang sedap dan gurih.

Tapi sayang, kandungan minyak yang terdapat dalam nasi goreng tergolong tinggi sehingga kalau dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan tubuh kita kelebihan asupan kalori. Inge Permadhi, seorang dokter spesialis gizi klinik, mengatakan bahwa sering kali mereka yang menyantap nasi goreng tidak sadar tambahan minyak di dalam nasi goreng yang mereka konsumsi.

Padahal, makanan berminyak, yang salah satunya adalah nasi goreng, besar kemungkinan mengandung kalori lebih banyak, bisa sampai 2 kali lipat, kalau dibandingkan dengan makanan yang sama dengan cara masak yang tidak sama. Contoh sederhananya, kerupuk, bahan dasar dari kerupuk atau kerupuk mentah cuma mengandung 10 kalori. Tapi setelah kerupuk itu matang dengan digoreng, minyak akan melekat dan menambah kalori sebanyak 9 kalori. Sehingga kalau ditotal 19 kalori, hampir 2 kali lipatnya, ungkap Inge.

Menurut Inge Permadhi, kandungan minyak yang terdapat di nasi goreng termasuk tinggi karena diproses memakai minyak goreng atau mentega.

Kalau dipanaskan, dua bahan tersebut bisa berubah menjadi lemak jenuh yang bisa membuat risiko penyakit meningkat, seperti penyakit jantung dan stroke. Ini belum termasuk risiko kegemukan karena bertambahnya berat badan. Inge Permadhi menyarankan agar setiap kali kita makan kandungan minyak dalam makanannya jangan lebih dari satu ibu jari.

Kalau sudah lebih dari satu ibu jari, bisa disimpulkan makanan yang kita santap sudah mengandung lemak berlebih. Inge Permadhi melanjutkan sarannya, minyak sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk mentahnya, seperti tambahan minyak zaitun pada salad atau sambal.

Mengonsumsi minyak dalam bentuk gorengan bisa menambah asupan kalori yang seharusnya bisa diganti dengan bahan pangan lain yang lebih bergizi, contohnya bisa diganti dengan sayuran dan lauk yang kaya kandungan proteinnya. Sumber: baca di sini :


Artikel Sebelumnya
Butuh Berapa Banyak Garam Tubuh Kita Per Hari?
Artikel Selanjutnya
4 Jenis Makanan Ini Bisa Cegah Kanker Usus Besar

Upcoming Agenda
12 Maret 2020

Hari Ginjal Sedunia 2020

03 Maret 2020

Hari Pendengaran Sedunia 2020

15 Februari 2020

Hari Kanker Anak Sedunia 2020

04 Februari 2020

Hari Kanker Sedunia 2020

Selengkapnya
Newsletter

Tetap terhubung dengan kami untuk Update info terbaru agenda-agenda PTM Kementerian Kesehatan Indonesia